banner 130x650

PT Agro Bukit Gelar Stakeholders Meeting, Perkuat Sinergi Investasi, Pertanian dan Konservasi

PT Agro Bukit
Foto : Pimpinan PT Agro Bukit Bersam Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim

PT Agro Bukit yang merupakan bagian dari Goodhope Company menggelar Stakeholders Meeting sebagai forum sosialisasi, edukasi, sekaligus dialog bersama para pemangku kepentingan terkait keberadaan investasi dan pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan tersebut membahas sejumlah agenda, mulai dari hubungan perusahaan dengan masyarakat, kontribusi investasi terhadap pembangunan desa, pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi, hingga penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional perusahaan.

Pimpinan PT Agro Bukit, Ahmad Wildan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, Stakeholders Meeting menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Forum tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang terbuka bagi para pemangku kepentingan untuk menyampaikan masukan, tanggapan, maupun saran terhadap keberadaan investasi di daerah.

PT Agro Bukit

“Kami berharap Bapak-Ibu yang hadir pada kesempatan kali ini dapat memberikan masukan maupun tanggapan serta saran-saran yang positif kepada kami, untuk tercapainya sebuah hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dari adanya investasi di berbagai daerah, khususnya di tengah-tengah masyarakat desa,” ujar Ahmad Wildan.

Ia menegaskan, keberadaan investasi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan masyarakat dan desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yephi, turut memberikan pandangan terkait pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam.

BACA JUGA :  Ratusan Warga Penyang Datangi PT MAP Untuk Ambil Alih Lahan 6 Kelompok Masyarakat

Yephi menilai, keberadaan investasi di daerah perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga produktivitas sektor pertanian, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pihak perusahaan menjadi salah satu hal penting agar setiap kegiatan investasi dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Terlebih, sektor perkebunan dan pertanian memiliki keterkaitan yang erat dengan kehidupan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan lahan dan sumber daya alam. Menurut Yephi, pembangunan ekonomi perlu tetap memperhatikan aspek lingkungan sehingga manfaat investasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah mendorong agar perusahaan terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk dalam pelaksanaan program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan di sekitar wilayah operasional.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai Sosialisasi Pengelolaan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi yang disampaikan oleh Malao.

PT Agro Bukit

Materi tersebut membahas upaya pengelolaan dan perlindungan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi, termasuk Program Rehabilitasi Termediasi Area Konservasi.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga fungsi kawasan konservasi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

BACA JUGA :  Terdeteksi Adanya Preman Lakukan Pungli Tarif di SPBU Sampit

Selain itu, disampaikan pula mengenai kebijakan keberlanjutan Goodhope Asia Holdings Ltd yang menjadi kerangka komitmen tata kelola berkelanjutan perusahaan.

Kebijakan tersebut mengintegrasikan prinsip NDPE atau No Deforestation, No Peat, dan No Exploitation. Prinsip ini menekankan komitmen untuk mencegah deforestasi, tidak melakukan pengembangan pada lahan gambut, serta menghindari praktik eksploitasi terhadap masyarakat maupun tenaga kerja.

Dalam pemaparan tersebut turut dijelaskan sejumlah program yang dilakukan untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi, di antaranya Program Patroli di Area Konservasi dan Program Monitoring Keanekaragaman Hayati.

Program patroli dilakukan sebagai bagian dari upaya pemantauan dan perlindungan kawasan konservasi dari berbagai potensi gangguan.

Sementara itu, monitoring keanekaragaman hayati dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi serta keberadaan flora dan fauna yang terdapat di kawasan konservasi.

Pengelolaan kawasan konservasi tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas operasional perusahaan, sehingga aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dikelola secara berkelanjutan.

Melalui Stakeholders Meeting, PT Agro Bukit juga membuka ruang komunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk memperoleh masukan terkait pengelolaan perusahaan dan keberadaan investasi di tengah masyarakat.

Sinergi antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memastikan kegiatan usaha tetap memperhatikan kepentingan sosial dan kelestarian lingkungan.

Ahmad Wildan berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Dengan demikian, keberadaan investasi PT Agro Bukit diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, mendukung pembangunan daerah, serta tetap menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca