banner 130x650

SMK Negeri 4 Sampit Perkuat Kemitraan Industri dan Pembelajaran Kepariwisataan di Hotel Mercure Pangkalan Bun

SMK Negeri 4 Sampit
Foto : SMK Negeri 4 Sampit lakukan Kunjungan Industri dan Table Manner Course di Hotel Mercure, PangkalanBun pada 25-26 September 2026

PANGKALAN BUN – SMK Negeri 4 Sampit terus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia industri melalui kegiatan Kunjungan Dunia Industri dan Table Manner Course di Hotel Mercure Pangkalan Bun, pada 25–26 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti peserta didik kelas XII Kompetensi Keahlian Perhotelan dan Usaha Layanan Wisata (ULW). Selain menjadi sarana pembelajaran langsung di lingkungan industri, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya SMK Negeri 4 Sampit memperkuat kemitraan dengan Hotel Mercure Pangkalan Bun sebagai salah satu mitra industri.

Kepala SMK Negeri 4 Sampit, Rusli Haryanti, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik, tetapi juga menjadi langkah sekolah dalam membangun kerja sama yang lebih erat dengan dunia industri.

SMK Negeri 4 Sampit
Foto : Kegiatan Table Manner Course untuk melatih tata cara makan yang baik dengan berstandar Internasional, busana hijau tosca siswi kelas XII Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Wisata (ULW)

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami membangun kerja sama dengan Hotel Mercure Pangkalan Bun sebagai mitra sekolah. Ke depan, kami merencanakan peserta didik kelas XII dapat melaksanakan praktik industri atau PKL di hotel ini,” ujar Rusli Haryanti.

Menurutnya, keterlibatan dunia industri dalam proses pendidikan menjadi hal penting untuk memastikan kompetensi yang diperoleh peserta didik di sekolah dapat selaras dengan kebutuhan dan standar kerja di lapangan.

Melalui pengalaman langsung di industri, peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat bagaimana standar pelayanan, etika kerja, komunikasi, kedisiplinan, serta operasional industri hospitality diterapkan dalam lingkungan kerja yang sebenarnya.

Perhotelan dan ULW Belajar Langsung di Industri

Bagi peserta didik Kompetensi Keahlian Perhotelan, kunjungan ke Hotel Mercure Pangkalan Bun menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat operasional hotel, pelayanan tamu, fasilitas, serta standar kerja yang diterapkan dalam industri hospitality.

Sementara itu, peserta didik Usaha Layanan Wisata (ULW) mengikuti kegiatan dengan mengaitkannya pada pembelajaran produktif, khususnya bidang MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition).

BACA JUGA :  KPU Kotim Tegaskan Tahanan Akan Tetap Gunakan Hak Pilihnya Saat Pemilu 2024

Pembelajaran MICE memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat secara langsung bagaimana hotel memiliki peran dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan, mulai dari meeting, perjalanan insentif, konferensi, hingga pameran.

SMK Negeri 4 Sampit
Foto : Siswi kelas XII kompetensi keahlian Perhotelan (busana maroon)

Bagi siswa ULW, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran kontekstual karena mereka dapat melihat hubungan antara materi yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan penyelenggaraan kegiatan di dunia industri pariwisata.

Keberadaan hotel sebagai bagian dari ekosistem pariwisata juga memberikan gambaran kepada peserta didik bahwa sektor akomodasi memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aktivitas perjalanan dan pariwisata. Hotel tidak hanya menyediakan tempat menginap, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan wisatawan serta penyelenggaraan berbagai kegiatan bisnis, pemerintahan, komunitas, dan MICE.

Siswa Antusias Mendapat Pengalaman Industri

Pengalaman belajar secara langsung tersebut mendapat sambutan positif dari peserta didik. Rani Dwi Putri Aliyah dan Sima Batrisya, siswa kelas XII ULW SMK Negeri 4 Sampit, mengaku sangat senang dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengikuti kegiatan ini. Kami bisa mendapatkan pengalaman secara langsung di lingkungan hotel dan belajar banyak hal baru yang sebelumnya kami pelajari di sekolah,” ujar Rani Dwi Putri Aliyah dan Sima Batrisya.

SMK Negeri 4 Sampit
Foto : Siswi yang aktif bertanya mendapatkan apresiasi dari Hotel Mercure PangkalanBun

Menurut keduanya, kegiatan tersebut memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai dunia kerja, khususnya bagi siswa ULW yang memiliki keterkaitan dengan bidang pelayanan wisata dan MICE.

Pengalaman berada langsung di lingkungan hotel juga membuat peserta didik dapat melihat bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di sekolah diterapkan dalam situasi kerja sebenarnya.

Hotel dan Sekolah Dorong Penguatan SDM Pariwisata

Dari sisi industri, kegiatan kunjungan seperti ini menjadi salah satu bentuk keterhubungan antara dunia pendidikan dengan industri hospitality dan kepariwisataan.

BACA JUGA :  Universitas Muhammadiyah Sampit Lakukan Program Revitalisasi Budaya Bersama Sanggar Mentaya Estetika

Hotel sebagai bagian dari industri pariwisata memiliki kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, etika pelayanan, kedisiplinan, sikap profesional, serta pemahaman terhadap kebutuhan wisatawan dan pelanggan.

Karena itu, pengalaman belajar langsung di lingkungan hotel dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta didik SMK agar lebih mengenal karakter dan tuntutan dunia kerja di sektor pariwisata.

Kolaborasi antara SMK Negeri 4 Sampit dan Hotel Mercure Pangkalan Bun juga membuka ruang bagi pengembangan pembelajaran berbasis industri. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk kegiatan, termasuk pengalaman kerja lapangan bagi peserta didik.

Hal ini sekaligus memperkuat peran sekolah kejuruan dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri pariwisata, khususnya pada bidang perhotelan, pelayanan wisata, dan MICE.

Belajar Etika Profesional melalui Table Manner

Selain kunjungan industri, peserta didik juga mengikuti Table Manner Course sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa memperoleh pembelajaran mengenai etika makan, penggunaan peralatan makan, tata cara berinteraksi di meja makan, serta sikap dan penampilan profesional.

SMK Negeri 4 Sampit
Foto : Siswa(i) diajarkan bagaimana tata cara mengangkat dan meletakkan makanan di atas meja sesuai SOP

Bagi peserta didik Perhotelan maupun ULW, kemampuan tersebut menjadi bagian dari kompetensi pendukung yang penting. Etika dan tata cara pelayanan tidak hanya dibutuhkan ketika bekerja di hotel, tetapi juga dalam berbagai kegiatan pariwisata, pelayanan wisatawan, pertemuan bisnis, maupun penyelenggaraan MICE.

Kegiatan table manner juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk memahami standar pelayanan secara langsung dalam suasana yang sesuai dengan lingkungan industri hospitality.

Perkuat Kesiapan Peserta Didik Menuju Dunia Kerja

Melalui rangkaian kunjungan industri dan Table Manner Course, SMK Negeri 4 Sampit berharap peserta didik dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas mengenai dunia kerja sekaligus meningkatkan kompetensi, wawasan, etika, kepercayaan diri, dan kesiapan profesional.

Bagi sekolah, kemitraan dengan Hotel Mercure Pangkalan Bun menjadi bagian dari upaya memperluas pembelajaran berbasis industri sekaligus membuka peluang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman kerja yang lebih nyata.

BACA JUGA :  Kejurda Panahan di Palangka Raya, Hasilnya 3 Orang Atlit Panahan Kotim Akan Mengikuti Kejurnas

Rencana pelaksanaan praktik industri atau PKL bagi peserta didik kelas XII di Hotel Mercure Pangkalan Bun nantinya diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia industri.

Dengan semakin eratnya hubungan antara sekolah dan industri, pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teori. Peserta didik juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung sehingga memiliki bekal yang lebih relevan ketika melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata dan hospitality di masa mendatang.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Penulis: KharismaEditor: Joe

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca