banner 130x650

DATANG, MAKAN, TIDUR, KABUR! Kunjungan Menhut Raja Juli di Sampit Tuai Amarah Warga Kotim

Kotim

Kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berakhir dengan kekecewaan dan amarah warga Kotim. Menteri batal meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan langsung kabur bertolak ke Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (14/10/2026) pagi.

Pantauan di lapangan, Menhut yang menginap di Hotel Aquarius Sampit berangkat tanpa didampingi jajaran Pemda Kotim. Yang terlihat melepas keberangkatan hanya Danrem 102/Panju Panjung, Dandim 1015/Sampit, rombongan Kementerian, pengawalan TNI dan Satlantas Polres Kotim.

Padahal Pemkab Kotim telah melakukan persiapan maksimal. Wakil Bupati Kotim telah memimpin rapat persiapan dengan melibatkan seluruh Forkopimda, instansi vertikal, dan perangkat daerah. Dua lokasi utama telah disiapkan untuk ditinjau Menteri, yakni kawasan Camba 1 dan Kecamatan Seranau yang memiliki lahan gambut luas dan rawan Karhutla. Pemkab bahkan sempat mengajukan penambahan waktu kunjungan karena alokasi 1,5 jam dinilai tidak cukup.

Bahkan terjadi perubahan agenda jamuan makan malam. Yang semula dijadwalkan di Rumah Makan Phonik, mendadak berubah ke Rumah Makan Pondok Jelawat.

Pj Sekda: Kami Sudah Siap Maksimal, Tapi Disuruh Tidak Usah Sambut

BACA JUGA :  Pemkab Kotim Bagikan 1 Juta Bendera, Semarak HUT RI Ke-77

Pj Sekda Kotim Diana Setiawan mengaku sangat menyesalkan perubahan agenda mendadak tersebut.

“Pemerintah Daerah setelah menerima surat resmi dari Kementerian Kehutanan, langsung saya jadwalkan rapat persiapan dengan melibatkan semua Forkopimda dan instansi vertikal. Kita persiapkan semuanya dari keamanan, lokasi kedatangan, sampai di mana beliau makan,” ujar Diana.

Menurut Diana, protokol Menteri dan protokoler Pemda sudah berkomunikasi. Namun saat penyambutan di Hotel Aquarius, ada komunikasi lewat WA dari pihak Kementerian yang menyampaikan tidak usah diterima dan tidak usah disambut.

“Alasan mereka Menhut dalam keadaan capek, beliau langsung istirahat dan saya sampaikanlah kepada Ibu Wabup,” ucapnya.

Diana menyebut lokasi dan keamanan sudah disterilkan dan siap menunggu besok pagi. Namun sekitar jam 10 malam, Pemda mendapat informasi mendadak bahwa Menteri batal ke lapangan.

“Lokasi sudah disiapkan dan keamanan sudah disterilkan, akan tetapi sekitar jam 10 malam dapat informasi bahwa beliau batal melakukan kunjungan ke lapangan. Kami sangat menyesal dan sedikit kecewa karena Pemda Kotim tidak bisa komunikasi langsung, baik melalui protokol atau ajudan beliau maupun dengan beliau sendiri,” jelasnya.

BACA JUGA :  Puluhan Ribu Jamaah Haul Guru Asri Padati desa Babaung Pulau Hanaut Kotim

Warga Murka: Tak Usah Ajak Menterinya, Presiden Saja Berkantor di Kalteng!

Kekecewaan juga datang dari masyarakat. Ketua Komunitas Peduli Kotim Audy Valent mengatakan warga sangat kecewa.

“Tidak hanya Pemda Kotim, masyarakat Kotim juga sangat kecewa. Menteri Kehutanan hanya datang makan dan tidur di hotel terus langsung berangkat ke Pangkalan Bun, bukannya melihat apa yang dirasakan oleh masyarakat Kotim yang sedang terkena bencana dengan kabut asap yang semakin hari semakin pekat akibat Karhutla,” kata Audy.

“Seharusnya memberikan solusi bagaimana menanggulangi bencana alam ini,” tegasnya.

Lebih lanjut Audy menyatakan dukungannya terhadap wacana Presiden RI untuk berkantor di Kalimantan Tengah saat penanganan Karhutla.

“Kami sangat mendukung permintaan Presiden untuk berkantor di Kalteng. Tak perlu lagi ajak menterinya kalau kerjanya seperti ini. Lebih baik Presiden langsung turun melihat penderitaan rakyat akibat kabut asap,” pungkas Audy.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Kehutanan RI terkait batalnya peninjauan Karhutla di Kotim.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca