Sebagai provinsi terluas di Indonesia sekaligus penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Tengah tidak membutuhkan gubernur yang sekadar populer.
Kalteng membutuhkan pemimpin yang memenuhi indikator kelayakan utama, dari punya rekam jejak, menguasai isu strategis, dan berintegritas.
1. Indikator Kelayakan Utama
Rekam Jejak & Kapabilitas
Harus memiliki pengalaman nyata di birokrasi, eksekutif (mantan kepala daerah), atau legislatif dalam mengelola anggaran dan pemerintahan. Bukan figur karbitan yang baru belajar memimpin.
Penguasaan Isu Strategis
Mampu mengelola potensi SDA (sawit, tambang), mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang setiap tahun mencekik Kalteng, serta mengintegrasikan potensi daerah dengan program nasional dan IKN.
Integritas & Akar Rumput
Menjunjung tinggi kearifan lokal _Belom Bahadat_, mengayomi keberagaman, serta bebas dari masalah hukum. Pemimpin yang dekat dengan rakyat, bukan hanya dekat dengan kekuasaan.
2. Peta Kelayakan Figur
Poros Petahana & Legislator
Unggul dalam jaringan pusat dan stabilitas. Namun diuji pada komitmen transparansi dan penyegaran program. Jangan sampai hanya mengandalkan kekuasaan.
Poros Mantan Kepala Daerah
Unggul dalam eksekusi lapangan dan kedekatan dengan warga. Namun perlu memperluas jangkauan ke luar basis asalnya, agar tidak menjadi pemimpin satu wilayah saja.
Poros Birokrat & Tokoh Muda
Unggul dalam tata kelola dan inovasi. Namun perlu memperkuat konsolidasi ke daerah perdesaan, agar program tidak hanya bagus di atas kertas.
Pemimpin yang layak bagi Kalteng adalah figur yang memiliki visi pembangunan merata, dari wilayah kota, pesisir, hingga DAS dan hulu, serta berkomitmen bekerja untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.
Bukan yang hanya datang saat musim kampanye, tetapi yang hadir saat rakyat sesak napas karena asap.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















