Warga Dayak menyatakan perang terhadap narkoba. Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) Kalteng merespons dengan mendirikan posko di Kelurahan Puntun, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Posko ini jadi garis depan perlawanan masyarakat Dayak menjaga generasi dari bahaya narkoba.
“Orang Dayak pantang menyerah. Kami dirikan posko ini sebagai benteng. Narkoba jangan coba masuk ke tanah Dayak,” tegas Ketua GDAN Kalteng, Sadagori Henock Binti, yang akrab disapa Ririn Binti.
Menurut Ririn Binti, Posko Puntun akan jadi pusat edukasi adat, sosialisasi bahaya narkoba, dan tempat warga melapor. GDAN menggandeng tokoh adat, pemuda, dan RT/RW untuk patroli budaya.
Warga menyambut dengan semangat. Bagi mereka, melindungi anak cucu dari narkoba adalah harga mati.
“Kalau bukan kita yang jaga tanah Dayak, siapa lagi? Posko ini bukti Dayak tidak diam,” kata salah satu warga.
Ririn Binti menargetkan posko serupa berdiri di seluruh kampung Dayak se-Kalteng. Perang melawan narkoba dimulai dari Puntun.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















