banner 130x650

Dermaga Mentaya Seberang Rusak Parah, Warga Tagih Tanggung Jawab Pemda Kotim

Dermaga Menteya Sebrang

Kondisi Dermaga Penyeberangan Mentaya Seberang, Kabupaten Kotawaringin Timur, semakin memprihatinkan. Banyak papan ulin yang hilang dan rusak, membuat aktivitas warga terganggu dan berisiko menimbulkan kecelakaan.

Pantauan di lokasi, Rabu, 20 Mei 2026, sejumlah bagian lantai dermaga berlubang dan tidak rata. Celah akibat papan ulin yang hilang membuat warga harus berjalan ekstra hati-hati, terutama saat membawa barang bawaan dan anak kecil.

“Kondisinya sudah lama begini. Kalau malam lebih berbahaya karena gelap dan licin. Kami minta Pemda Kotim segera turun tangan,” ujar Suryani, warga yang setiap hari melintas di dermaga tersebut.

Warga menilai Dermaga Mentaya Seberang merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan Kota Sampit dengan Mentaya Seberang. Ratusan orang menggunakannya setiap hari untuk bekerja, sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan. Kerusakan yang dibiarkan dinilai menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

BACA JUGA :  NAM AIR MoU bersama Pemkab, Penerbangan Sampit-Surabaya Siap Beroperasi

“Kami bayar retribusi penyeberangan, tapi fasilitasnya begini. Seharusnya Pemda Kotim punya tanggung jawab untuk merawat dan memperbaiki,” kata Ahmad, warga Mentaya Seberang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perhubungan Kotim maupun instansi terkait mengenai rencana perbaikan dermaga tersebut.

Masyarakat Mentaya khususnya, sangat berharap Pemda Kotim segera melakukan evaluasi dan penanganan cepat.

BACA JUGA :  Pemilihan Miss Citimall Sampit 2023 Tinggal Hitungan Hari, Ini Pesan Wakil Bupati Kotim

Perbaikan dinilai mendesak agar dermaga kembali aman dan layak digunakan, mengingat peran pentingnya sebagai jalur penyeberangan utama di wilayah tersebut.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca