banner 130x650

Dipertemukan Kelurahan, Warga Samuda Kota Harap Polemik Siram Jalan Berakhir Damai

Polemik Berharap Damai

Upaya mediasi polemik penyiraman jalan di Jalan H. Muhammad Noor RT 03 / RW 01, Kelurahan Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih terus diupayakan agar berakhir damai.

Mediasi yang difasilitasi Kelurahan Samuda Kota pada Selasa (22/9/2026) pukul 10.00 WIB mempertemukan H. Syamsyudinnor atau H. Isam, pemilik usaha angkutan, dengan Norsariwati, pemilik warung.

H. Isam saat ditemui Kamis (24/9/2026) mengatakan menyambut baik langkah mediasi tersebut. Ia berharap persoalan yang berawal dari penyiraman jalan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya siap kalau bisa damai. Saya bersyukur kalau persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar H. Isam.

Dalam mediasi tersebut, H. Isam mengaku sudah menyampaikan permintaan maaf beberapa kali. Namun pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

“Saya sudah minta maaf berkali-kali, tetap tidak dimaafkan. Akhirnya tidak ada kesepakatan dan persoalannya masih berlanjut,” katanya.

BACA JUGA :  Sambut 1 Muharram, Warga Sampit Ramaikan Pawai Keliling

Polemik Berharap Damai

H. Isam menjelaskan, persoalan bermula dari aktivitas penyiraman jalan yang dinilainya berlebihan hingga menimbulkan genangan. Ia menegaskan tidak melarang penyiraman untuk mengurangi debu, namun meminta dilakukan sewajarnya.

“Kalau mau menyiram di sekitar warung, silakan. Kita tidak melarang, tetapi sewajarnya saja. Jangan sampai airnya tergenang dan mengalir ke jalan,” ujarnya.

Ia juga membantah tudingan menegur dengan nada tinggi dan mata melotot. Menurutnya, teguran memang disampaikan, namun tidak seperti yang dituduhkan.

Terkait laporan ke kelurahan, H. Isam meluruskan bahwa bukan dirinya yang melapor langsung, melainkan Ketua RT setelah adanya keluhan warga terkait kondisi jalan.

Ia pun berharap persoalan tidak berlarut-larut.

“Saya berharap jangan sampai masalah ini menjadi panjang. Kalau bisa diselesaikan dengan mediasi dan damai, itu yang saya inginkan,” ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan Mantir Adat Samuda Kota, Abdul Manap. Ia menilai persoalan antarwarga sebaiknya diselesaikan secara musyawarah dan tidak berkembang menjadi konflik.

BACA JUGA :  Waduh Harga Cabai dan Telur di Kotim Meroket

“Kalau bisa dimediasi dulu, didamaikan. Jangan sampai masalah yang sebenarnya kecil justru menjadi konflik,” ujar Abdul Manap.

Ia mengaku telah melihat langsung kondisi jalan yang licin saat terkena air dan menjadi keluhan warga. Namun ia meminta warga tetap mengedepankan musyawarah.

Sementara itu warga RT 04, Migran, mengatakan masyarakat berharap persoalan segera selesai. Ia menyebut H. Isam selama ini memiliki kontribusi bagi warga sekitar, sehingga hubungan baik diharapkan tetap terjaga.

Hingga kini kedua pihak masih diberi ruang untuk kembali bermusyawarah agar polemik tersebut tidak berkembang di tengah masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca