banner 120x600

DPRD Kotim Sentil Pemda Terkait Penyaluran Logistik Kepada Warga Terdampak Banjir

dprd
Photo : H Bardiansyah - DPRD Kotim

 Anggota Komisi III DPRD Kotim meminta agar Dinas Sosial (Dinsos) agar mulai memperhatikan dan mempersiapkan kebutuhan atau stok logistik bagi masyarakat yang rentan terdampak bencana alam seperti banjir yang mulai terjadi saat ini.

H. Bardiansyah, Komisi III DPRD Kotim menyebutkan beberapa titik desa sudah terendam banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Banjir ini mengakibatkan beberapa aktivitas masyarakat harus lumpuh.

“Kami minta Dinas Sosial memperhatikan hal ini, selain sangat penting mengingat kondisi cuaca ekstrem saat ini bisa saja berdampak pada terjadinya musibah bencana alam, dan sebagian daerah juga sudah terjadi banjir, sehingga kesiapan logistik harus benar-benar di prioritaskan,” ungkap H. Bardiansyah pada Jum’at, 16 September 2022.

Baca Juga : Pemahaman Pancasila Patut Ditanamkan Kepada Peserta Didik !

Disisi lain legislator PDI Perjuangan ini juga menegaskan, ketika terjadi bencana alam seperti banjir, yang diharapkan oleh warga masyarakat tidak lain adalah bantuan yang bersifat paling dibutuhkan diantaranya makanan atau bahan pokok, yang memadai, obat-obatan dan juga ketersediaan air bersih.

“Makanan yang memadai itu apa, yakni beras, minyak goreng, lauk pauk, seperti telor dan lainnya, air bersih juga perlu, dan obat-obatan, selama ini kami perhatikan bantuan berupa mi instan, dan lainnya itu tidak mencukupi kebutuhan kesehatan masyarakat, harusnya berbentuk bahan pokok yang memadai, ini kami minta jadi catatan oleh instansi terkait,” tegasnya.

DPRD
Photo : Kondisi salah satu rumah warga yang sudah memasuki daerah dalam rumah (Dok. Kharisma)

Disisi lain dia juga menyampaikan, selama ini potensi kecamatan yang paling rawan terjadi banjir berada di wilayah Utara Kotim, seperti di Kecamatan Antang Kalang, Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, dan Parenggean. Selain itu ada juga di beberapa desa di Kecamatan Cempaga, Cempaga Hulu, dan Kecamatan Kota Besi.

“Titiknya sudah jelas, tinggal pengawasan dan koordinasi antar lembaga pemerintah, kalau memang sudah terjadi banjir lakukan tindakan cepat, agar tidak ada unsur pembiaran dan masyarakat menjerit,” tutupnya

banner 120x600
banner 120x600

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.