banner 130x650

Masuk Musim Kemarau, BPBD Kotim Sosialisasikan dan Peringatkan Potensi Karhutla

Kotim
Foto : Multazam - Kepala BPBD Kabupaten Kotim

Cuaca panas yang beberapa waktu terakhir melanda Kabupaten Kotim menjadi faktor utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Kalimantan Tengah menetapkan status siaga Bencana Karhutla selama 60 hari kedepan.

Kepala BPBD Kotim, Multazam, mengatakan bahwa pihaknya akan menggencarkan sosialisasi ke masyarakat dan patrol lebih masif kepada masyarakat selama status siaga berlangsung.

“Dengan adanya upaya tersebut. Mudah-mudahan kita tidak naik level menjadi tanggap darurat. Karena ini akan ekstra sekali kerja keras kita,” ucap Multazam pada Kamis, 25 Mei 2023.

Baca Juga :

Nahas! Api Nyaris Melahap Rumah Warga Sampit di Baamang

Tetapi hal tersebut harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan sembarangan dengan cara dibakar. Hal itu tentunya bisa memicu titik api yang lebih besar saat musim kering seperti sekarang.

BACA JUGA :  Mengerikan! Kabut Asap di Sampit Rusak Kualitas Udara Hingga 1087PM

“Kita imbau kepada pemilik konsesi, desa, kelurahan dan kecamatan serta masyarakat bekerjasama dengan iklas untuk mencegah terjadinya Karhutla ini. Jangan sampai sembarangan membuka lahan sembarangan. Karena bisa memicu titik api yang lebih besar saat musim panas seperti ini,” katanya.

Menurutnya, musim situasi seperti sekarang berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. Masyarakat yang biasanya sulit untuk membuka lahan dengan cara dibakar, sekarang bisa dengan mudah karena curah hujan yang rendah.

Baca Juga :

PT Agro Bukit Goodhope Group Gelar Apel Siaga Antisipasi Ancaman Karhutla

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa hal ini perlu dilakukan untuk menetapkan status siaga dalam upaya mencegah Karhutla terjadi di Bumi Habaring Hurung.

BACA JUGA :  Halikinnor Ingin Pilkada Nanti Berlangsung Secara Jujur dan Adil

“Musim seperti sekarang bisa menggugah perilaku masyarakat yang asalnya mereka tidak bisa membakar lahan, sekarang bisa dengan mudah karena curah hujannya rendah. Makanya perlu kesadaran dari masyarakat agar bersama-sama kita mencegah titik api yang lebih besar di musim seperti sekarang,” tukas Multazam.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca