Penemuan benda asing diduga serpihan sampah antariksa di areal perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali bertambah. Setelah sebelumnya ditemukan plat lembaran besar, kini warga dan karyawan kembali menemukan puing kedua berbentuk kubah raksasa, Selasa (20/10/2026).
Puing kedua ini ditemukan di Blok 27 areal perkebunan yang sama, tidak jauh dari lokasi penemuan pertama di Blok G 38-39. Temuan ini terekam dalam video amatir karyawan yang beredar luas.
“Om Jebarus di dua tujuh ini. Besar sekali ini,” ujar perekam video sambil menunjukkan benda berbentuk kubah yang tergeletak di antara pohon sawit.
Berbeda dengan puing pertama yang berupa plat dinding, puing kedua ini berbentuk kubah setengah bola berdiameter diperkirakan 2 hingga 3 meter. Permukaannya berwarna cokelat kehitaman seperti karat dan bekas terbakar hebat, dengan tekstur bergelombang.
Di bagian puncak kubah, terdapat leher pipa pendek berwarna kemerahan yang hangus. Bagian tersebut diduga kuat merupakan saluran pengisian bahan bakar atau _port_ tangki propelan roket.
Para pengamat menilai, kubah ini merupakan bagian tutup atas atau bawah (bulkhead/dome) dari tangki bahan bakar tahap roket. Sementara puing pertama yang ditemukan sehari sebelumnya adalah bagian dinding silinder tangki yang terlepas saat menghantam tanah.
Terpisahnya kedua bagian ini mengindikasikan tangki roket tersebut pecah di udara saat proses masuk kembali ke atmosfer Bumi (re-entry) dan puing-puingnya menyebar di beberapa titik di areal perkebunan.
Hingga saat ini, kedua lokasi penemuan telah dipasangi garis pembatas dan dijaga oleh petugas keamanan perusahaan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena puing jatuh di tengah kebun, jauh dari perumahan karyawan.
Meski demikian, pihak perusahaan mengimbau seluruh karyawan dan warga untuk tidak mendekati apalagi menyentuh puing kedua ini. Kubah tangki roket dinilai jauh lebih berbahaya karena berpotensi masih menyimpan sisa tekanan gas dan residu bahan bakar beracun yang dapat membahayakan kesehatan.
Saat ini manajemen PT Agro Bukit telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Warga masih menunggu kedatangan tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan identifikasi resmi, mengukur, dan mengevakuasi kedua puing tersebut guna diteliti lebih lanjut asal negara dan jenis roketnya.
Penemuan beruntun ini semakin memperkuat dugaan bahwa dentuman keras yang terdengar pada Minggu (18/10/2026) sore lalu memang berasal dari jatuhnya sampah antariksa berukuran besar di wilayah Sampit. (*)
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















