Pemerintah Kabupaten Seruyan memastikan dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kuala Pembuang dihentikan sementara operasionalnya. Kebijakan ini diambil menyusul kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan pelajar.
Langkah penghentian tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas mengatakan, penghentian sementara operasional dapur dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Selama masa suspensi, berbagai aspek akan dievaluasi, mulai dari sanitasi, higiene, hingga pemeriksaan laboratorium sebagai dasar perbaikan.
“Yang pasti saat ini sudah disuspensi. Selanjutnya Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan ulang, termasuk terkait sanitasi, higiene, serta pemeriksaan laboratorium sebagai dasar untuk melakukan perbaikan,” ujar Bahrun Abbas.
Ia menjelaskan, apabila seluruh persyaratan kesehatan dan kelayakan telah dipenuhi, maka dapur MBG dapat kembali direkomendasikan untuk beroperasi. Sementara itu, hasil pemeriksaan laboratorium maupun perkembangan evaluasi teknis akan disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) MBG yang membawahi wilayah tersebut.
Menurut Bahrun, insiden ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola dapur MBG di Kabupaten Seruyan. Seluruh penyelenggara diminta menjalankan operasional sesuai regulasi yang berlaku serta memperketat pengawasan terhadap keamanan pangan demi menjamin kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa.
“Semua harus mengikuti regulasi yang berlaku. Pemeriksaan laboratorium harus dilakukan secara rutin, terutama terhadap sumber air yang digunakan. Persyaratan kesehatan juga wajib dipenuhi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Ia menambahkan, kasus dugaan keracunan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena jumlah pelajar yang terdampak cukup banyak. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Ini menjadi perhatian serius karena jumlah korbannya cukup banyak. Syukurnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kalau sampai ada korban jiwa tentu dampaknya akan jauh lebih besar,” pungkas Bahrun.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















