banner 130x650

STOK DARAH KRITIS! Hanya 47 Kantong Tersisa di PMI Kotim, Warga Malas Donor Karena Kabut Asap Karhutla

Stok Darah Kritis

Kabut asap tebal akibat karhutla yang menyelimuti Sampit tidak hanya membuat sesak napas, tapi juga membuat stok darah di Kotawaringin Timur krisis.

Berdasarkan data UTD PMI Kotawaringin Timur per Senin, 13 Oktober 2026 Pukul 08:00 WIB, total persediaan darah (WB+PRC) hanya tersisa 47 Kantong.

Rinciannya:
– Golongan Darah A: 15 Kantong
– Golongan Darah B: 11 Kantong
– Golongan Darah O: 18 Kantong
– Golongan Darah AB: 3 Kantong

Jumlah itu dipastikan hanya cukup untuk kebutuhan 1 hari saja.

Kepala UDD PMI Kabupaten Kotim, dr. Aldila Tiurmawati Lumban Gaol mengungkapkan keprihatinannya. Permintaan darah dari rumah sakit tetap tinggi, namun jumlah pendonor justru menurun drastis.

BACA JUGA :  Breaking News! Rumah di Baamang Hulu Ludes Dimakan Api

“Permintaan masih tetap, untuk pendonor menurun karena kabut asap, mungkin sebagian malas keluar rumah. Saat ada donor massal langsung habis,” kata dr. Aldila.

Ia menjelaskan, setiap kali ada kegiatan donor massal dari instansi, stok langsung ludes dalam sekejap karena banyaknya pasien yang membutuhkan, termasuk pasien kecelakaan, ibu melahirkan, hingga pasien cuci darah.

Untuk itu, ia memohon bantuan dan kepedulian dari seluruh masyarakat Kotawaringin Timur.

PMI Kotim membuka pelayanan donor darah setiap hari, Senin hingga Minggu, mulai jam 08:00 sampai 20:00 WIB, di Kantor UDD PMI Kab. Kotim.

“Kami menghimbau mohon bantuannya kepada instansi atau para pendonor yang dermawan untuk mendonorkan darahnya. Setetes darah Anda sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa saudara kita,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Alexius Esliter Terpilih Sebagai Ketua KONI Kotim, Kadispora Minta Pertahankan Juara Umum

Salam Kemanusiaan.

Mari lawan asap dengan kepedulian. Jangan biarkan saudara kita kekurangan darah hanya karena kita takut keluar rumah.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca