banner 130x650

Warga Sampit Geger! Ini Kronologi Kasus Losmen Nurwanti di Baamang

Sampit
Photo : Losmen Nurwanti, Baamang - Tempat terjadinya kasus diduga pembunuhan pemilik losmen

Warga Sampit geger atas penemuan mayat dari seorang wanita yang merupakan pemilik Losmen Nurwanti yang terjadi di daerah Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Ditemukan mayat pemilik Losmen Nurwanti yang berlokasi di Jalan Muchran Ali bernama Hj Nur Asyiqin (68 tahun) pada Sabtu, 04 Juni 2022 malam menjadi misteri yang janggal, karena meninggalnya perempuan di Sampit, Kotawaringin Timur masih belum terungkap dengan jelas.

Terpantau informasi yang dihimpun di lokasi kejadian masih simpang siur, kabarnya Hj Nur Asyiqin ditemukan oleh tetangganya sudah dalam kondisi tak bernyawa dan dalam kondiri leher yang dijerat selimut.

Sampit
Photo : Jenazah Pemilik Losmen Nurwanti dibawa ke RSUD Murjani Sampit

Informasi lain yang didapatkan wajah korban lebam saat ditemukan sehingga diduga terjadi tindak kekerasan oleh pelaku diduga pembunuhan sebelum tak bernyawa.

Selain itu, seorang tetangga juga mengaku sempat mendengar teriakan dari losmen itu sekira pukul 19.00 WIB malam hari.

Polres Kotawaringin Timur saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus meninggalnya perempuan pemilik Losmen Nurwanti di Jalan Muchran Ali, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut.

Baca Juga : Panas! Video Syur 16 Detik Jadi Sorotan Warga Kalteng, Siapakah Dia ???

“Korban ditemukan tewas didalam losmennya, yang diduga korban pembunuhan. Namun, belum bisa kami pastikan penyebab korban meninggal secara spesifik. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” ujar Kapolres Kotim AKBP Sarpani kepada Awak Media pada Sabtu, 04 Juni 2022.

BACA JUGA :  Keren! Bupati Kotim Resmi Jabat DPC PDI Perjuangan Periode 2022-2024

Namun apa ada daya, Hj Nur Asyiqin ditemukan dalam kondisi meningal yang cukup mengenaskan di dalam kamarnya,pada Sabtu, 04 Juni 2022 sekitar pukul 20.30 WIB.

Menurut warga sekitar, Hj Nur Asyiqin tidak mengalami luka tusuk atau terlihat luka. Hal itulah yang memunculkan dugaan korban meninggal karena pukulan benda tumpul atau cekikan.

Disisi itu, dari sorotan MentayaNet.com kini Polisi sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), Losmen Nurwanti pun telah dikelilingi garis polisi (police line).

sampit
Photo : Jenazah akan dilakukan pengecekan secara medis untuk mengetahui luka yang dialami

Losmen Nurwanti memiliki 24 kamar yang berada di lantai satu dan dua, dari kronologi kejadian yang diketahui ada penginap di kamar nomor 3.

Hj Nur Asyiqin yang sering mendapat sapaan hangat Hj Baenah itu hanya tinggal seorang diri di losmennya, namun sesekali kerabatnya menjenguknya.

BACA JUGA :  Assisten I Setda Kotim Diana Setiawan, Meminta Maaf dan Siap Menerima Akibatnya

Mengenai dugaan penyebab meninggalnya Hj Nur Asyiqin, Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Sarpani belum bisa memastikan, namun dia membenarkan adanya dugaan tersebut.

“Belum bisa kami pastikan, namun ada indikasi ke sana, Yang pasti kami akan mengusut tuntas dan mengungkapnya, jika ada indikasi atau memang kasus pembunuhan,” lanjut Kapolres Kotim, AKBP Sarpani.

Baca Juga : Nah! 3 Hakim Pengadilan Negeri PalangkaRaya Resmi Dinonaktifkan

Ditegaskan, Polisi masih terus melakukan pengumpulan data dan bukti, termasuk meminta rekaman CCTV milik warga dekat losmen untuk memburu pelaku kasus diduga pembunuhan ini.

Setelah itu jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut nantinya.

“Kejadian ini masih kami dalami. Mudah-mudahan bisa segera terungkap,” tegas Kapolres Kotim, AKBP Sarpani.

Atas kejadian yang sangat tidak terduga ini, warga Kecamatan baamang terkhusus di Jalan Muchran Ali sangat menyayangkan perempuan yang sangat senyum dan baik itu harus meninggal dengan kondisi yang tragis, warga sekitar mendo’akan yang terbaik untuk almarhumah.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca