Pilgub Kalteng direncanakan tahun 2029 tetap dilaksanakan seperti yang berlangsung selama ini, oleh rakyat yang punya hak pilih.
Demam Pilgub di Kalteng mulai terasa, ditambah makin hangat adanya sosialisasi lewat media cetak, elektronik oleh beberapa kelompok, perorangan membangun pencitraan atas jagonya, tidak terang-terangan tapi siapapun faham, arahnya ke Pilgub Kalteng 2029.
Fenomena demam Pilgub, positif saja ditinjau dari aspek apapun bahwa rakyat peduli dengan daerahnya, melalui proses panjang nantinya bisa terpilih Pemimpin mereka yang terbaik dari yang terbaik.
Tim kami tidak masuk kedalam menilai kandidat yang maju nantinya, semuanya tergantung kepada rakyat pemilih yang berhak mengeksekusi pilihannya di bilik-bilik suara/TPS.
Terpulang kepada tulisan singkat diatas yang perlu kita waspadai adanya upaya pihak tertentu, memunculkan permainan kotor lewat medsos, online dan lain-lain, melakukan trik black campaign yang mengarah ke satu figur yang akan jadi lawan berat di Pilgub 2029. Kurang eloklah dan membuat rakyat yang cerdas tidak respek dan simpati dengan cara-cara tersebut, nanti dilain kesempatan kita ulas tersendiri supaya tidak bias.
Black campaign untuk menjatuhkan lawan politik apalagi waktunya masih panjang tidak menguntungkan, kontra produktif sebab penentu kemenangan adalah pemilih di akar rumput yang mayoritas.
Sampai hari ini, berdasarkan masukan yang kami terima dari 14 Kabupaten/Kota belum ada perubahan tetap bertahan di 6 pasangan seperti dibawah ini:
1. Agustiar Sabran – Wiyatno
Pasangan petahana dengan kekuatan politik teruji.
2. Fairid Naparin – M. Syauqy
Kombinasi pemimpin Kota Palangka Raya dan tokoh muda potensial.
3. Shalahuddin – Erlin Hardi
Duet birokrat senior dan mantan kepala daerah yang berpengalaman.
4. Perdie M. Yoseph – Sigit K. Yunianto
Poros paling mengejutkan, gabungan mantan Bupati Murung Raya dan mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, yang kini anggota DPR RI Fraksi PDI-P.
5. Jaya S. Monong – Rahmanto Muhidin
Pasangan yang membawa kekuatan akar rumput Gunung Mas dan Murung Raya.
6. Yulistira Ivo Sugianto Sabran – Supian Hadi (SHD)
Poros baru sorotan publik. Duet figur perempuan nasional representasi inklusivitas politik dengan mantan Bupati Kotim 2 periode yang punya basis massa kuat di Kotim dan Palangka Raya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Forum Warga Kalteng Se-Jabodetabek H. Masliansyah menegaskan agar semua pihak menjaga etika demokrasi.
“Jangan kotori demokrasi Kalteng dengan black campaign. Rakyat Kalteng sudah cerdas, mereka tahu mana yang bekerja tulus dan mana yang hanya menjatuhkan lawan. Adu gagasan itu lebih terhormat daripada adu fitnah. Biarkan rakyat yang menilai di TPS nanti,” tegas H. Masliansyah
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















