Sengketa lahan antara warga Desa Tumbang Kaminting, Kecamatan Bukit Santuai, dengan PT Agro Wana Lestari (AWL) warga blokir akses jalan, setelah dua warga ditangkap polisi karena diduga melakukan pencurian kelapa sawit di HGU milik perusahaan.
Dua warga diamankan aparat pada 18 Mei 2026 di areal yang diklaim sebagai lahan sengketa. Penangkapan itu memicu aksi pemblokiran jalan oleh warga sejak 20 Mei 2026, sehingga aktivitas pengangkutan tandan buah segar (TBS) PT AWL terhambat.
Terkait hal tersbut, Pimpinan Humas PT AWL, Saniel SH, menegaskan penangkapan dilakukan karena dugaan pencurian buah sawit di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan.
“Jadi ini murni kriminal pencurian buah sawit, mereka mencuri di atas lahan HGU milik Perusahaan, perusahaan yang mena nam kelapa sawit,” kata Saniel kepada MentayaNet, Sabtu, (23/5/2026).
Menurutnya, perusahaan sudah menyelesaikan ganti rugi tanam tumbuh (GRTT)kepada pemilik awal lahan tersebut. Jika ada pihak yang keberatan, Saniel menyarankan menempuh jalur hukum.
“Jika memang keberatan silakan ajukan ke Pengadilan untuk mendapatkan kejelasan kepemilikannya,” ujar Saniel.
Ditegaskan oleh Saniel apapun aktivitas yang dilakukan oleh kedua tersangka tersebut merupakan pelanggaran apalagi sampai mengambil atau mencuri buah sawit.
” Sangat jelas ini merupakan aktivitas pencurian buah sawit, unsur pencurian dan barang bukti sudah jelas,” tegasnya.
Sebelumnya, perwakilan warga, Bony, mengatakan dua warga yang ditangkap memiliki dokumen berupa segel tanah dan berkas pengurusan sejak 2012. Sebelum masuk ke lahan, warga mengaku sudah melayangkan surat pemberitahuan ke perusahaan sebagai bentuk itikad baik.
“Pada 18 Mei 2026 kedua warga melakukan aktivitas di lahan sengketa sebagai upaya mendorong penyelesaian persoalan yang telah berlangsung lama. Namun keduanya langsung diamankan aparat tanpa koordinasi dengan pemerintah desa,” kata Bony.
Warga menilai langkah itu melanggar prosedur dan memicu kemarahan masyarakat. Pada 19 Mei 2026, warga bersama kepala desa mendatangi kantor PT AWL untuk audiensi, namun pimpinan perusahaan tidak berada di tempat.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















