Presiden Prabowo Subianto resmi melantik dua pucuk pimpinan Polri yang baru di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/10/2026) siang.
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), sementara Komisaris Jenderal Pol Wahyu Hadiningrat resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) untuk mendampingi Kapolri dalam perombakan pimpinan Polri tahun 2026 ini.
Pelantikan digelar usai Rapat Paripurna DPR RI ke-8 yang menyetujui secara aklamasi pemberhentian dengan hormat Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri tunggal.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung Presiden Prabowo, disaksikan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR Puan Maharani, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan para pimpinan lembaga negara.
Duo Jenderal Reserse
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto (lahir Pandeglang, 14 Juli 1973) adalah lulusan Akpol 1994 yang malang melintang di fungsi reserse. Sebelum jadi Kapolri, ia menjabat Kepala BNN sejak 25 Agustus 2025.
Sementara Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat (lahir Bandung, 4 Juni 1970) adalah lulusan Akpol 1992. Ia berpengalaman panjang di reserse dan perencanaan. Kariernya meliputi Kapolres Metro Bekasi Kota (2011), Kapolres Metro Jakarta Selatan (2012), Wakapolda Metro Jaya (2018), Wakabareskrim (2020), Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (2021-2024), dan terakhir Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena) sejak September 2024 dengan pangkat Komjen.
Dengan struktur baru ini, Wakapolri bertugas membantu Kapolri mengendalikan pelaksanaan tugas sehari-hari seluruh satuan staf Mabes Polri dan jajarannya, serta mewakili Kapolri jika berhalangan.
Usai pelantikan, Kapolri dan Wakapolri baru dijadwalkan akan menggelar rilis perdana terkait arah transformasi Polri dengan doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















