banner 130x650
OJK  

OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Kalteng Tetap Tangguh di Tengah Karhutla dan Gejolak Ekonomi Global

Ojk

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah memastikan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Kalteng tetap terjaga dengan baik hingga Triwulan III 2026, di tengah dinamika ekonomi global dan nasional serta dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Hal tersebut disampaikan dalam Siaran Pers OJK Kalteng Nomor SP-39/KO.2301/2026, Senin (6/10/2026) di Palangka Raya.

“Kondisi sektor jasa keuangan yang tetap resilien tercermin dari terjaganya fungsi intermediasi, kualitas pembiayaan, serta aktivitas sektor jasa keuangan yang terus mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” tulis OJK Kalteng.

OJK Kalteng menegaskan akan terus mencermati dampak karhutla terhadap masyarakat, pelaku usaha, dan sektor jasa keuangan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Lembaga Jasa Keuangan. OJK berkomitmen menjaga stabilitas dan memastikan layanan keuangan tetap optimal serta penguatan pelindungan konsumen.

Kinerja Bank Umum Kalteng Tumbuh Positif

BACA JUGA :  OJK Lantik Sarjito Jadi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Pada posisi Agustus 2026, kinerja Bank Umum di Kalteng mengalami peningkatan signifikan dibanding Agustus 2025.

1. Aset meningkat Rp9,35 triliun atau 9,75% yoy dari Rp95,92 triliun menjadi Rp105,27 triliun.

2. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat Rp2,14 triliun atau 4,08% yoy dari Rp52,38 triliun menjadi Rp54,52 triliun.

3. Kredit/Pembiayaan meningkat Rp3,60 triliun atau 6,94% yoy dari Rp51,92 triliun menjadi Rp55,52 triliun.

Kualitas kredit semakin membaik. Tingkat kredit bermasalah atau NPL/NPF pada Agustus 2026 turun 0,05% yoy dari 2,34% menjadi 2,29%.

Kredit Konsumtif Masih Mendominasi

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit di Kalteng pada Agustus 2026 masih didominasi kredit konsumtif sebesar Rp22,24 triliun atau 40,06% dari total kredit.

Sementara kredit produktif terdiri dari kredit Modal Kerja Rp19,30 triliun (34,76%) dan kredit Investasi Rp13,98 triliun (25,18%).

5 Sektor Ekonomi Penyerap Kredit Terbesar:

BACA JUGA :  OJK Apresiasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Seruyan Kian Aktif

1. Rumah Tangga: Rp21,90 T (39,44%)

2. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan: Rp16,62 T (29,93%)

3. Industri Pengolahan: Rp1,21 T (2,18%)

4. Aktivitas Jasa Lainnya: Rp1,01 T (1,82%)

5. Konstruksi: Rp0,91 T (1,63%)

Penyaluran Kredit Masih Didominasi Non-UMKM

Berdasarkan jenis usaha, penyaluran kredit Bank Umum masih didominasi kredit Non-UMKM sebesar Rp36,91 triliun atau 66,48%.

Disusul kredit Mikro Rp9,40 T (16,93%), kredit Kecil Rp5,94 T (10,69%), dan kredit Menengah Rp3,28 T (5,90%).

OJK menilai ketahanan tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi daerah, khususnya di tengah tantangan yang berpotensi memengaruhi mobilitas, produktivitas, dan kegiatan usaha masyarakat akibat karhutla.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca