banner 130x650

Di Rakornas TPAKD 2026, Prabowo Tegaskan Kesejahteraan Harus Nyata di Meja Makan Rakyat

Di Rakornas TPAKD 2026

Kesejahteraan akan terasa nyata ketika penghasilan meningkat, daya beli menguat, dan keluarga punya ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhannya.

Pesan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026, saat membahas arah ekonomi yang harus benar-benar bermuara pada kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

Menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya berhenti di atas kertas. Angka statistik tidak akan ada artinya jika rakyat masih kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

“Saat kebutuhan lebih mudah terpenuhi dan hari esok terasa lebih tenang, di situlah kesejahteraan benar-benar punya arti,” ujar Prabowo dalam arahannya.

Prabowo menekankan bahwa TPAKD harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Akses keuangan yang mudah, murah, dan merata harus dibuka untuk pelaku UMKM, petani, nelayan, pedagang pasar, hingga keluarga di desa dan kota.

TPAKD, kata dia, tidak boleh hanya menjadi forum seremonial. Programnya harus langsung menyentuh kehidupan masyarakat: kredit usaha yang terjangkau, pembiayaan untuk petani yang tepat waktu, hingga literasi keuangan bagi masyarakat kecil agar tidak terjerat pinjaman ilegal dan rentenir online.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala daerah agar kebijakan keuangan daerah disusun untuk melindungi daya beli masyarakat. Ketika penghasilan naik, harga kebutuhan pokok stabil, dan akses modal terbuka, maka keluarga akan memiliki ruang untuk menabung, menyekolahkan anak, dan memperbaiki kualitas hidupnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Melalui Satgas PKH Tertibkan 4 Juta Hektar Perkebunan Sawit di Kawasan Hutan

Rakornas TPAKD 2026 ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat inklusi keuangan. Tujuannya satu: kesejahteraan yang bukan sekadar jargon, tetapi benar-benar dirasakan di meja makan, di dompet, dan di ketenangan hati setiap keluarga Indonesia.

Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, pesan ini sangat relevan. Banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari sawit, karet, pertanian, dan UMKM lokal. Ketika akses keuangan dipermudah dan daya beli menguat, maka roda ekonomi daerah akan bergerak dan kesejahteraan bukan lagi sekadar janji.

Di Rakornas TPAKD 2026, Prabowo Tegaskan Kesejahteraan Harus Nyata di Meja Makan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesejahteraan rakyat tidak boleh hanya menjadi slogan. Kesejahteraan harus nyata, terasa di penghasilan, di daya beli, dan di meja makan setiap keluarga Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, Rakornas TPAKD 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Di hadapan 18 gubernur, 14 wakil gubernur, 230 bupati, dan 62 wali kota dari seluruh Indonesia, Prabowo menyampaikan garis ekonomi pemerintahannya dengan tegas.

Garis ekonomi kita, kata Prabowo, harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan.

BACA JUGA :  Paramadina Soroti 2 Tahun Prabowo-Gibran, Komunikasi Pemerintah Dinilai Belum Empatik

Arti sesungguhnya dari kesejahteraan, lanjut Presiden, adalah penghasilan rakyat secara real, secara nyata, harus meningkat. Setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata.

Presiden juga mengumumkan langkah besar untuk mewujudkan hal itu. Pemerintah akan menyalurkan pembiayaan hingga 400 triliun rupiah untuk petani, nelayan, masyarakat desa, daerah terpencil, dan keluarga berpenghasilan rendah. Program ini ditargetkan menjangkau 28 juta keluarga, atau sekitar 100 juta jiwa.

Prabowo meminta TPAKD tidak hanya menjadi forum seremonial. TPAKD harus menjadi motor penggerak yang membuka akses keuangan yang mudah, murah, dan merata untuk UMKM, petani, pedagang pasar, hingga keluarga di desa.

Pada kesempatan yang sama, Presiden meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan pemerintah pusat hingga daerah harus berani menjaga dan mengamankan kekayaan Indonesia.

Sumber alam Indonesia, kata Prabowo, harus dijaga dan dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita.

Pesan ini sangat relevan bagi masyarakat Kalimantan Tengah, yang banyak menggantungkan hidup dari sawit, karet, pertanian, dan usaha kecil. Ketika penghasilan naik dan daya beli menguat, kesejahteraan bukan lagi sekadar janji, tetapi benar-benar terasa di dapur dan di meja makan rakyat.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca