Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon.
Pujian itu ditujukan atas kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkim Kota Cilegon. Apresiasi diberikan karena langkah cepat dan kepedulian tinggi pemerintah daerah dalam meremajakan tanaman di sekitar Monumen SMSI.
Penyegaran vegetasi hijau berupa penggantian jenis tanaman di area tugu Alun-Alun Kota Cilegon ini dipandang sebagai wujud nyata sinergi merawat estetika kota dan sejarah pers nasional.
Untuk mempercantik lanskap ikon bersejarah tersebut, Disperkim menanam beberapa varietas tanaman baru. Mulai dari pohon bugenvil tiga warna, tabebuya, hingga asoka.
Ketua SMSI Kota Cilegon Wawan Kurniadi menyatakan, kegiatan gotong royong yang diinisiasi Disperkim menjadi bukti kuatnya komitmen pemerintah memelihara fasilitas publik.
Wawan menilai, di tengah padatnya agenda pelayanan publik, pimpinan daerah tetap memberi perhatian besar terhadap detail estetika tata kota.
Berkat sentuhan penataan baru itu, Wawan mengklaim kawasan Monumen SMSI kini tumbuh menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata andalan di Kota Cilegon.
Aksi penataan ini dinilai tidak sekadar meremajakan visual monumen. Tapi juga membangkitkan semangat kerja bakti bersama di masyarakat perkotaan.
SMSI berharap langkah proaktif Disperkim ini terus digulirkan secara berkesinambungan di titik ruang terbuka publik lainnya.
Wawan juga membeberkan riwayat berdirinya tugu SMSI agar dipahami masyarakat dan pengunjung alun-alun.
Monumen SMSI di Kota Cilegon, Provinsi Banten, pada dasarnya adalah simbol sejarah kebangkitan industri media siber berskala nasional.
Tugu fisik ini didirikan sebagai penanda perjalanan organisasi media siber terbesar di dunia yang lahir dari rahim kolaborasi, profesionalisme, dan komitmen demokrasi.
Fasilitas bersejarah ini diresmikan langsung Wali Kota Cilegon H Robinsar pada 7 Februari 2026. Peresmian bertepatan dengan momentum Hari Pers Nasional.
Dari sisi arsitektur, monumen ini sengaja didesain memuat filosofi kelahiran organisasi SMSI.
Tiga anak tangga di pondasi badan monumen melambangkan bulan kelahiran organisasi pers digital tersebut. Sementara tujuh pilar tugu merepresentasikan tanggal kelahiran SMSI sebagai bagian dari pilar demokrasi.
Ketinggian tugu 2,17 meter menjadi simbol tahun kelahiran SMSI, yakni 2017. Pembangunan tugu megah ini juga bentuk penghormatan atas gagasan Firdaus yang berkolaborasi bersama tokoh PWI Pusat Atal S Depari, Teguh Santosa, Mirza Zulhadi, dan Mursyid Sonsang.
Akta pendirian organisasi diterbitkan Notaris Isya di Cilegon. AD/ART dan bendera Pataka pertama dirumuskan putri daerah Ria Ulfiani.
Gerakan organisasi ini kian diakui setelah kepengurusan terbentuk di 34 provinsi. SMSI akhirnya ditetapkan menjadi konstituen resmi Dewan Pers lewat SK tanggal 29 Mei 2020.
Keberadaan monumen ini mempertegas identitas Kota Cilegon di panggung nasional. Wilayah ini tidak hanya dominan sebagai kota industri baja, tapi juga menjadi rahim lahirnya integritas pers digital Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















