Kabar duka datang dari keluarga besar Tentara Nasional Indonesia. Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau Widodo AS meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026) malam pukul 21.30 WIB di kediamannya di Kompleks TNI AL Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, dalam usia 82 tahun karena sakit.
Kabar berpulangnya Widodo AS dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul. “Betul,” kata Tunggul singkat saat dikonfirmasi awak media Minggu (25/10/2026).
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jl. Gading Raya 1 Blok D No.14 Kelapa Gading Barat, dan akan dimakamkan secara militer hari ini, Minggu (25/10/2026) pukul 13.30 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Upacara pemakaman dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang hadir di rumah duka mengenang almarhum sebagai pelopor pemersatu TNI di era reformasi.
“Kita merasa kehilangan seorang pelopor. Dia pada zaman reformasi aktif sekali mempersatukan TNI sampai beliau turun ke daerah-daerah mengumpulkan tiga angkatan untuk memberikan semangat persatuan dan kesatuan,” ungkap Sjafrie.
Panglima TNI Pertama dari Matra Laut dan Pengabdian di Pemerintahan
Widodo AS lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 1 Agustus 1944, putra keempat pasangan guru Adi Sutjipto dan Siti Fatonah. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Surakarta sebelum masuk Akademi Angkatan Laut (AAL) dan lulus tahun 1968.
Perjalanan kariernya mencatat sejarah. Ia menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) ke-15 pada 26 Juni 1998 hingga 17 Juli 1999, kemudian diangkat Presiden B.J. Habibie sebagai Wakil Panglima ABRI pada 1999.
Pada Oktober 1999, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menunjuknya sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Wiranto. Serah terima jabatan dilakukan 4 November 1999 di Mabes TNI Cilangkap. Ia menjadi Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut, sekaligus panglima pertama sejak 1962 yang berasal dari luar Angkatan Darat. Masa jabatannya berlangsung hingga Juni 2002 dan digantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto.
Usai purna tugas militer, pengabdiannya berlanjut di pemerintahan sipil. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempercayainya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) periode 21 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009. Ia sempat merangkap sebagai Menteri Dalam Negeri ad-interim April-Agustus 2007.
Ia kemudian mengabdi sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2009-2014.
Seluruh jajaran TNI dan Koarmada RI menyampaikan duka cita. “Teriring doa, semoga husnul khotimah, mendapatkan rahmat dan maghfiroh dari Allah Subhanahu Wata’ala,” tulis akun resmi @koarmada_ri.
Selamat jalan Laksamana.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















