banner 130x650

Menakar Calon Gubernur Kalteng,” Bukan Sekadar Populer, Tapi Harus Layak Memimpin Provinsi Terluas di Indonesia”

Oleh H. Masliansyah-Ketua Umum Forum Warga Kalteng Se-Jabodetabek

Gubernur Kalteng

Sebagai provinsi terluas di Indonesia sekaligus penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Tengah tidak membutuhkan gubernur yang sekadar populer.

Kalteng membutuhkan pemimpin yang memenuhi indikator kelayakan utama, dari punya rekam jejak, menguasai isu strategis, dan berintegritas.

1. Indikator Kelayakan Utama

Rekam Jejak & Kapabilitas

Harus memiliki pengalaman nyata di birokrasi, eksekutif (mantan kepala daerah), atau legislatif dalam mengelola anggaran dan pemerintahan. Bukan figur karbitan yang baru belajar memimpin.

Penguasaan Isu Strategis

Mampu mengelola potensi SDA (sawit, tambang), mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang setiap tahun mencekik Kalteng, serta mengintegrasikan potensi daerah dengan program nasional dan IKN.

Integritas & Akar Rumput

Menjunjung tinggi kearifan lokal _Belom Bahadat_, mengayomi keberagaman, serta bebas dari masalah hukum. Pemimpin yang dekat dengan rakyat, bukan hanya dekat dengan kekuasaan.

BACA JUGA :  Perkuat Literasi Pajak, SMSI Kalteng Gandeng KPP Pratama Palangka Raya

2. Peta Kelayakan Figur

Poros Petahana & Legislator

Unggul dalam jaringan pusat dan stabilitas. Namun diuji pada komitmen transparansi dan penyegaran program. Jangan sampai hanya mengandalkan kekuasaan.

Poros Mantan Kepala Daerah

Unggul dalam eksekusi lapangan dan kedekatan dengan warga. Namun perlu memperluas jangkauan ke luar basis asalnya, agar tidak menjadi pemimpin satu wilayah saja.

Poros Birokrat & Tokoh Muda

Unggul dalam tata kelola dan inovasi. Namun perlu memperkuat konsolidasi ke daerah perdesaan, agar program tidak hanya bagus di atas kertas.

Pemimpin yang layak bagi Kalteng adalah figur yang memiliki visi pembangunan merata, dari wilayah kota, pesisir, hingga DAS dan hulu, serta berkomitmen bekerja untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.

BACA JUGA :  Arman Sinurat: Kenaikan BBM Non Subsidi Berpotensi Hambat Ekonomi, Pemerintah Harus Kreatif Lindungi Rakyat Kecil

Bukan yang hanya datang saat musim kampanye, tetapi yang hadir saat rakyat sesak napas karena asap.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca