Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotim kian pekat dalam beberapa hari terakhir. Jarak pandang di pagi hari terbatas dan kualitas udara dilaporkan tidak sehat, namun aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal seperti biasa.
Berdasarkan pantauan, Rabu (20/8/2026) pagi, kabut asap tebal menyelimuti wilayah Sampit dan sekitarnya sejak pukul 06.00 WIB. Bau asap menyengat tercium hingga ke dalam rumah warga. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih dan sesak napas.
Kondisi ini membuat orang tua murid khawatir. Pasalnya, anak-anak mereka tetap diwajibkan masuk sekolah pagi tanpa ada kebijakan meliburkan atau sistem belajar daring atau juga jam masuk sekolah diundur.
“Asapnya sudah sangat tebal Pak, anak saya batuk-batuk. Tapi sekolah tetap masuk seperti biasa, tidak ada pemberitahuan libur atau merubah jam masuk sekolah. Kami sebagai orang tua jadi was-was takut ISPA,” keluh salah seorang wali murid SD di Sampit.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim maupun BPBD Kotim belum mengeluarkan surat edaran terkait peliburan sekolah maupun imbauan penggunaan masker bagi siswa.
Padahal, berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di beberapa wilayah Kalimantan Tengah sudah masuk kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat yang berbahaya bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, seperti membagikan masker gratis, mengurangi jam belajar luar ruangan, atau meliburkan sekolah jika kondisi asap semakin memburuk.
“Jangan menunggu anak-anak sakit dulu baru diliburkan. Harusnya ada antisipasi,” tambah warga lainnya.
Hingga kini, upaya pemadaman Karhutla di Kotim masih terus dilakukan tim gabungan di lapangan. Status Karhutla sudah ditetapkan Darurat Karhutla.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















