Momen langka terjadi di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/11/2026).
Presiden Prabowo menerima kunjungan 10 mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dari berbagai periode, bersama Kapolri aktif Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Pertemuan tersebut terekam dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden dan beredar luas di media sosial.
Dalam video itu, Presiden Prabowo yang mengenakan baju safari krem tampak menyambut satu per satu para mantan Kapolri yang hadir dengan bersalaman dan berpelukan hangat.
Para mantan Kapolri yang hadir kompak mengenakan batik. Mereka diperkenalkan satu per satu kepada Presiden Prabowo oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Suasana pertemuan tampak akrab dan penuh kehangatan. Beberapa mantan Kapolri terlihat berbincang santai dan tertawa bersama Presiden sebelum akhirnya duduk bersama di meja bundar besar di ruang pertemuan berpanel kayu tersebut.
Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan itu, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN M. Herindra, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
10 Mantan KAPOLRI yang hadir:
1. Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi – Kapolri 1998-2000
2. Jenderal Pol (Purn) Roesdihardjo – Kapolri 2000
3. Jenderal Pol (Purn) Suroyo Bimantoro – Kapolri 2000-2001
4. Jenderal Pol (Purn) Da’i Bachtiar – Kapolri 2001-2005
5. Jenderal Pol (Purn) Sutanto – Kapolri 2005-2008
6. Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri – Kapolri 2008-2010
7. Jenderal Pol (Purn) Timur Pradopo – Kapolri 2010-2013
8. Jenderal Pol (Purn) Sutarman – Kapolri 2013-2015
9. Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti – Kapolri 2015-2016
10. Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian – Kapolri 2016-2019
Berdasarkan keterangan resmi Istana, pertemuan tersebut merupakan silaturahmi antara kepala negara dengan para tokoh yang pernah memimpin institusi Polri pada berbagai periode.
Hingga Minggu malam, Istana belum menyampaikan secara rinci agenda maupun hasil pembicaraan dalam pertemuan tertutup tersebut. Video yang dirilis Sekretariat Presiden pun hanya menampilkan bagian awal pertemuan tanpa suara.
Pertemuan ini menjadi sorotan publik karena berlangsung di tengah pengusutan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri. Namun, belum ada keterangan resmi yang mengaitkan pertemuan di Hambalang ini dengan penanganan perkara tersebut.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















