banner 120x600

Waduh! DPRD Kotim Tegaskan Pelayanan RSUD di Optimalkan

dprd kotim
Photo : Riskon Fabiansyah - Anggota Komisi III DPRD Kotim

Anggota DPRD Kotim meminta agar pelayanan di RSUD Dr Murjani Sampit dapat lebih dimaksimalkan. Hal ini menyusul dengan masih tingginya keluhan masyarakat terhadap sistem pelayanan dan administrasi yang terjadi di rumah sakit daerah tersebut.

Riskon Fabiasnyah, Anggota Komisi III DPRD Kotim menyebutkan masih banyak masyarakat yang mengeluhkan dengan sistem pelayanan dan administrasi di RSUD yang berada di wilayah kota Sampit ini. Masyarakat yang menggunakan BPJS kerap di perlambat dan tidak dilayani dengan ramah.

“Pelayanan yang paling penting itu adalah sistem administrasi setiap pasien, jangan lagi tempatkan anak magang yang kurang memahami pelayan administrasi yang baik, sehingga sering menyulitkan warga masyarakat kita, keluhan masih sering disampaikan ke kita di Komisi III akan hal ini,” ungkap Riskon pada Selasa, 20 September 2022.

Baca Juga : Komisi IV DPRD Kotim Nilai Kemajuan Daerah Berpatokan Pada Matangnya Perencanaan

Disisi lain legislator Partai Golkar ini juga mengatakan, selama ini tingkat pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah mengalami peningkatan, namun yang harus di evaluasi yakni sistem pelayanan administrasi yang dinilai tidak tepat jika menempatkan orang-orang yang belum profesional terhadap profesi tersebut.

dprd kotim
Photo : RSUD dr.Murjani Sampit yang berada di Jln. H.M Arsyad yang terpampang dengan megah di tengah kota Sampit

“Administrasi ini sangat rentan menimbulkan konflik kalau dinilai oleh pasien tidak sesuai dan ribet, apalagi masyarakat yang kurang mampu dan SDM nya kurang, maka hanya akan menimbulkan pro dan kontra, maka dari itu harus di isi oleh orang yang mengerti profesinya dan juga profesional terhadap tugasnya,” timpalnya.

Bahkan dia juga menegaskan, pelayanan rumah sakit harus mengutamakan humanis, sehingga tidak berdampak menimbulkan emosi kepada masyarakat serta menambahkan beban masyarakat yang hendak berobat di rumah sakit itu sendiri.

“Biasanya sering terjadi hanya gara-gara administrasi yang ribet dan lama, perawatan terhadap calon pasien jadi tidak maksimal, bahkan ada yang terbengkalai, itu terjadi beberapa waktu lalu, sehingga kami berharap ada evaluasi terkait hal ini,” tutupnya.

banner 120x600
banner 120x600

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.