banner 130x650

Siaga 185 Hari, Kotim Antisipasi Kemarau Panjang dan Ancaman El Nino 2026

Siaga
Foto: ilustrasi.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan status siaga kekeringan selama 185 hari untuk mengantisipasi musim kemarau 2026. Penetapan lebih awal ini diambil agar seluruh pihak punya waktu matang menyiapkan langkah mitigasi.

Multazam menjelaskan, status siaga bukan berarti darurat sudah terjadi, melainkan bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.

“Walaupun saat ini masih masa transisi, kita tetapkan status siaga lebih awal selama 185 hari agar semua pihak punya waktu untuk bersiap,” ujarnya.

Kemarau Mulai Juni, Puncak Agustus

BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit memprediksi musim kemarau di Kotim mulai awal Juni 2026 dan berlangsung sekitar 120 hari hingga September, dengan puncak pada Agustus.

BACA JUGA :  Pemda Kotim Gelar Silaturahmi Antar Guru dan Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kotim

Wilayah selatan seperti Teluk Sampit dan Pulau Hanaut diperkirakan paling akhir memasuki kemarau, sekitar 21 Juni. Namun, kedua kawasan pesisir ini justru dinilai paling rentan terdampak kekeringan, termasuk ancaman krisis air bersih akibat intrusi air laut.

Waspada El Nino Lemah hingga Moderat

BMKG juga mengingatkan potensi fenomena El Nino lemah hingga moderat yang dapat memperpanjang durasi kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan ekstrem.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga pesisir dan bantaran Sungai Mentaya.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

BACA JUGA :  Bupati Kotim Ajak Masyarakat Manfaatkan MPP

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca