KUALA PEMBUANG – Ikan asin bukan sekadar produk olahan tradisional. Di tangan pelaku usaha yang mampu menjaga kualitas dan kebersihan produksi, komoditas tersebut berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Sebanyak 40 pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan di Kabupaten Seruyan dibekali keterampilan memproduksi ikan asin secara higienis melalui pelatihan pengolahan ikan asin berbasis rumah pengering ikan.
Kegiatan yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan melalui Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan itu berlangsung di Aula Mess Pemda Seruyan, Kamis (9/7/2026), bekerja sama dengan PT Rimbun Seruyan.
Pelatihan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada cara mengolah ikan menjadi ikan asin, tetapi juga mendorong pelaku usaha memahami pentingnya kebersihan, keamanan pangan hingga strategi pemasaran.
Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Muda Dinas Perikanan Seruyan, Eryani, bersama tim memberikan materi mengenai pemanfaatan rumah pengering ikan yang telah dibangun pemerintah. Peserta juga dibekali tata cara penggunaan, perawatan serta pengelolaan fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Eryani menegaskan, persoalan higienitas tidak boleh dianggap sepele dalam proses produksi makanan, termasuk ikan asin yang selama ini menjadi salah satu produk olahan masyarakat Seruyan.
“Proses produksi yang belum memenuhi standar kebersihan berpotensi menurunkan mutu produk, membahayakan kesehatan konsumen, serta membatasi peluang pemasaran,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas produk menjadi penting karena ikan asin masih banyak diproduksi masyarakat sebagai salah satu metode pengawetan hasil perikanan secara tradisional.
Karena itu, pelaku usaha juga diperkenalkan dengan penggunaan bahan baku yang layak melalui prosedur Pemeriksaan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP).
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keamanan pangan, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen terhadap produk perikanan yang dihasilkan masyarakat Seruyan.
Tak berhenti pada urusan produksi, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran. Produk olahan yang telah memenuhi standar keamanan pangan diharapkan mampu memiliki jangkauan pasar lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga berpeluang dipasarkan ke luar daerah.
Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan. Dengan pengolahan yang lebih baik, hasil perikanan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan bersama PT Rimbun Seruyan pun memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan, terutama melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Pesannya jelas: kualitas ikan asin tidak cukup hanya dilihat dari rasanya. Kebersihan proses, keamanan bahan baku, pengemasan hingga kemampuan memasarkannya menjadi bagian penting agar produk lokal mampu bersaing dan naik kelas.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















