Setelah lebih dari dua bulan karhutla membakar ribuan hektare lahan di Kalimantan, pemerintah pusat akhirnya turun tangan secara total.
Bantuan logistik besar-besaran itu dikirim pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 04.30 WIB. Hal tersebut dikonfirmasi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Melalui enam pesawat TNI Angkatan Udara, pemerintah mengirim bantuan ke dua wilayah bencana sekaligus. Tiga pesawat membawa 31 ton logistik ke NTT, sedangkan tiga pesawat lainnya diterbangkan ke Kalimantan membawa 500 unit mesin pompa air sebagai tahap awal dari total 2.000 unit mesin pompayang akan dikirim.
Pengiriman ini adalah jawaban langsung atas permohonan para Gubernur se-Kalimantan yang segera diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk dikirim sesegera mungkin.
Tidak main-main, setiap mesin pompa air ini dilengkapi dengan pipa atau selang sepanjang 1 kilometer. Tujuannya jelas: untuk memadamkan api yang membandel, khususnya di lahan gambut yang sulit dipadamkan dengan cara biasa.
Presiden Prabowo menegaskan dalam arahannya pada Senin, 12 Oktober 2026 saat rapat di Istana Merdeka, semua penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan tuntas, dengan perhatian khusus untuk Taman Nasional Tanjung Puting yang kembali terbakar seluas 513 hektare.
“Bantuan logistik yang dikirim harus benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya sesegera mungkin bagi masyarakat yang terdampak,” tegas Presiden.
Keseriusan Pemerintah Pusat terlihat dari Pesawat Hercules penuh dengan pompa, Presiden Prabowo turun langsung ke lokasi karhutla di Desa Limbung, Kubu Raya, Kalbar yang diselimuti asap tebal, menyalami dan memberi semangat kepada petugas di lapangan, hingga prajurit TNI AL dan TNI AU yang bahu-membahu mendistribusikan bantuan hingga ke pelosok.
Langkah ini diharapkan menjadi titik balik. Setelah status tanggap darurat yang terus diperpanjang di Kotawaringin Timur dan Kalimantan Barat, kini dengan 2.000 pompa air berselang 1 Km ini, api di atas gambut bisa benar-benar padam.
Karena bagi warga Kalimantan, yang mereka butuhkan bukan janji, tapi udara bersih kembali.
Data Pengiriman:
Waktu Berangkat: Senin, 24 Agustus 2026 – 04.30 WIB
Lokasi Keberangkatan: Bandara Soekarno-Hatta
Armada: 3 Pesawat Hercules TNI AU (Khusus Kalimantan)
Bantuan Tahap I: 500 unit mesin pompa air
Total Bantuan: 2.000 unit mesin pompa air + selang 1 Km / unit
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















