banner 130x650

BPBD Kotim Sebut Ada 26 Desa Yang Saat Ini Terdampak Banjir

BPBD

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam mengatakan bahwa saat ini tercatat sudah ada sekitar 26 Desa/Kelurahan yang terdampak banjir sehingga membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Diketahui wilayah utara meliputi enam kecamatan yaitu Parenggean, Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, Tualan Hulu dan Bukit Santuai. Banjir terjadi sejak 26 Mei lalu di beberapa desa di Telaga Antang, kemudian terus meluas hingga saat ini.

“Saat ini posisi bertahan karena curah hujan di atas (wilayah utara) masih terjadi dan ditambah juga dengan air pasang yang berada di Sungai Mentaya,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, 31 Mei 2024.

BACA JUGA :  Masuk Musim Kemarau, BPBD Kotim Sosialisasikan dan Peringatkan Potensi Karhutla

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Kotim, banjir telah terjadi di 26 Desa/Kelurahan yang tersebar di empat Kecamatan dengan rata-rata ketinggian dari air banjir tersebut yaitu 40 hingga dengan 130 centimeter.

Banjir di Kecamatan Mentaya Hulu terjadi empat lokasi yaitu Kelurahan Kuala Kuayan, Desa Tanjung Jariangau, Bawan dan Tangkarobah. Banjir di Kecamatan Bukit Santuai melanda delapan desa yaitu Tumbang Penyahuan, Tumbang Tilap, Tumbang Getas, Tumbang Keminting, Tanah Haluan, Tewei Hara, Getas, dan Tumbang Sapia.

Banjir di Kecamatan Antang Kalang melanda tiga desa yaitu Tumbang Manya, Tumbang Kalang dan Sungai Hanya. Banjir di Kecamatan Telaga Antang terjadi di 11 desa yaitu Tumbang Sangai, Tukang Langit, Rantau Katang, Tumbang Mangkup, Tumbang Bajanei, Tumbang Boloi, Rantau Sawang, Luwuk Kowan, Rantau Suang, Tumbang Puan, dan Rantau Tampang.

BACA JUGA :  Terungkap! Puntung Rokok ODGJ Akibatkan Kebakaran Rumah di Baamang Hulu

Multazam juga mengatakan bahwa banjir ini membuat akses jalan untuk menuju lima desa menjadi terputus yakni Desa Tukang Langit, Rantau Katang, Tumbang Mangkup, Tumbang Bajanei, dan Bawan sehingga hanya mengandalkan jalur atau alat transportasi sungai.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, khususnya untuk memantau kondisi masyarakat yang terdampak banjir. BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait kesiapan penyaluran bantuan bahan pangan jika dibutuhkan.

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca