Detik-detik jatuhnya helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Sungai Barito terekam kamera warga dan kini viral di media sosial.
Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus H225 dengan nomor registrasi VH-HGM itu jatuh di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026) siang.
Helikopter tersebut jatuh saat tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi water bombing.
Berdasarkan video amatir yang didapat MentayaNet, helikopter berwarna putih itu terlihat terbang rendah di atas Sungai Barito yang airnya keruh kecoklatan. Di bawah badan helikopter tergantung sebuah bambi bucket berwarna merah, alat untuk mengambil air.
Helikopter sempat melakukan manuver hover, turun perlahan untuk mencelupkan bambi bucket ke permukaan sungai. Namun sesaat setelah mengambil air, helikopter diduga kehilangan kendali.
Dalam video terlihat jelas, badan helikopter tiba-tiba oleng dan miring. Hanya dalam hitungan detik, helikopter menghantam permukaan sungai hingga menimbulkan semburan air putih yang besar.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.58 WITA.
“Insiden bermula ketika helikopter melakukan manuver pengambilan air di alur Sungai Barito, tepatnya di sekitar kawasan Desa Tabatan dan Desa Tabatan Baru. Sesaat setelah mengambil air, helikopter diduga kehilangan kendali atau oleng sebelum akhirnya menghantam perairan,” ujar Berton.
Setelah menghantam air, sebagian badan pesawat tampak tenggelam dengan posisi miring dan terbalik. Bagian ekor dan baling-baling belakang masih mencuat di permukaan air.
Titik kejatuhan pesawat dilaporkan berada di wilayah perbatasan antara Kecamatan Paminggir dan Kecamatan Kuripan.
Dalam video lanjutan yang beredar, terlihat beberapa perahu warga langsung merapat ke lokasi jatuhnya helikopter. Warga yang berada di sekitar sungai berbondong-bondong datang menggunakan perahu kecil untuk membantu proses evakuasi.
Cuaca di lokasi saat kejadian terpantau mendung dan berasap, dengan jarak pandang terbatas akibat kabut asap karhutla yang masih menyelimuti kawasan tersebut.
Kabar baiknya, tiga kru yang berada di dalam helikopter dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.
” Berdasarkan laporan awal, seluruh kru dilaporkan dalam kondisi selamat,” ujar Berton.
Ketiga kru yang berhasil dievakuasi tersebut adalah Michael John Betteridge berkewarganegaraan Australia, Hugh Andrew John berkewarganegaraan Selandia Baru, serta Yayan yang merupakan warga negara Indonesia.
Dalam video evakuasi yang didapat MentayaNet, tampak salah satu kru warga negara asing yang bertelanjang dada, bercelana panjang hitam, sedang berada di atas perahu kayu bersama warga. Ia terlihat menunjuk-nunjuk ke arah tengah sungai, menunjukkan titik lokasi helikopter jatuh.
Di sampingnya, seorang warga berbaju coklat dan bertopi juga ikut menunjuk ke arah yang sama. Sementara warga lainnya duduk dan berdiri di perahu, ikut menyaksikan proses evakuasi.
Hingga berita ini ditulis, ketiga kru telah berhasil dievakuasi dan helikopter telah dipindahkan ke tepian sungai oleh warga setempat.
Helikopter dengan nomor seri Manufacturer Serial Number (MSN) 2878 itu merupakan armada milik swasta yang dikontrak BNPB untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla melalui metode water bombing.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi telah menerima laporan pendahuluan mengenai kecelakaan tersebut.
BNPB juga tengah menyusun laporan lengkap mengenai kronologi dan penyebab kecelakaan.
“Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lapangan dan laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang,” ucap nya.
Insiden ini terjadi hanya berselang empat hari setelah kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat yang jatuh saat menjalankan misi water bombing di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026) lalu.
Dua kecelakaan helikopter water bombing dalam waktu berdekatan ini menjadi sorotan publik. Masyarakat berharap evaluasi total dilakukan terhadap keselamatan operasi udara pemadaman karhutla, mengingat risiko manuver pengambilan air di sungai sangat tinggi, terlebih saat cuaca berasap dan jarak pandang terbatas.
Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya helikopter VH-HGM di Sungai Barito masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
MentayaNet akan terus memperbarui informasi perkembangan evakuasi dan hasil penyelidikan kecelakaan ini.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















