Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor mengaitkan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober dengan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda Kotim.
Menurut Halikinnor, semangat persatuan yang ditunjukkan para pemuda pada tahun 1928 harus menjadi teladan bagi pemuda saat ini untuk bersatu menghadapi persoalan bangsa, termasuk bencana asap.
“Hari yang penuh semangat pemuda ini karena satu bangsa itu sangat bergantung pada persatuan. Bagaimana tahun 1928 para pendiri bangsa, anak-anak muda kita seluruh Indonesia sudah bersatu, makanya itulah perjuangan sehingga kita bisa merdeka. Jadi kita berharap pemuda saat ini kita menghadapi bagaimana kita bersatu,” kata Halikinnor di Sampit, Selasa (28/10/2026).
Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan empati dan gotong royong seluruh elemen pemuda dan masyarakat.
“Kita berharap pemuda-pemuda ini ada empati, bagaimana kita bersatu,” ujarnya.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















