banner 130x650

Rayakan Hari Museum Nasional ke-19, Disbudpar Kotim Gelar Focus Group Discussion di Museum Kayu Sampit

Museum
Foto : Kegiatan Focus Group Discussion

Perkembangan Museum di Indonesia dikenal dengan beragam menyimpan barang-barang bersejarah, salah satunya Museum Kayu Sampit yang dijuluki sebagai wadah penyimpanan barang berharga terutama di jaman perkayuan di tahun 1990-an. 

Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin (Kotim) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotim dalam rangka hari Museum Nasional ke-19 menggelar rangkaian Focus Group Discussion dengan tema “Edukasi museum dalam pembelajaran dan penggunaan sumber sejarah dalam historiagrafi di era digital”.

Bupati Kotim, H Halikinnor dalam hal ini diwakili oleh Muhammad Saleh, Asisten 3 Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakan memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotim yang berupaya mengoptimalkan kegiatan positif agar Museum Kayu Sampit dapat eksis seiring berjalannya waktu.

Museum
Foto : Ceremonial Focus Group Discussion di Museum Kayu Sampit (Kharisma)

Dirinya menyebutkan museum mempunyai peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terutama ilmu-ilmu sosial. Selain sebagai sumber pembelajaran juga dapat menjadi media pembelajaran untuk peserta didik.

BACA JUGA :  Sufiansyah Apresiasi MPLS di Lingkup Kecamatan Baamang Tanpa Perpeloncoan

“Maka dari itu saya mengharapkan agar museum kayu sampit menjadi salah satu wadah yang bisa memberikan pembelajaran dan edukasi bagi anak-anak dan masyarakat Kotim,” ucap Muhammad Saleh pada Kami, 12 Oktober 2023.

Barang-barang di museum tidak hanya berupa barang antik dan kuno semata. Makna barang di museum memiliki informasi yang kaya manfaat mengenai peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Museum
Foto : PLT Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur

Sesuai dengan aturan Pemerintah Republik Indonesia (RI) yang tercantum pada nomor 66 tahun 2015, museum adalah lembaga yang berfungsi untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi dan mengkomunikasikan kepada masyarakat.

“Dengan menjadi wadah kaya akan kekayaan budaya, museum kayu sampit dapat menjadi sumber utama informasi dari kehidupan nenek moyang atau leluhur.

BACA JUGA :  Masih Didapati Pangan Tidak Layak Konsumsi di Sejumlah Swalayan di Sampit

Ia juga menegaskan agar seluruh pelajar di Kotim mempunyai program belajar diluar kelas untuk memperkaya ilmu melalui sejarah Museum Kayu Sampit. Selain menambah wawasan, peninggalan bersejarah membuat pelajar akan terkesan.

Museum
Foto : Tari Kahanjak sebagai pembuka kegiatan Hari Museum Nasional ke-19 di Museum Kayu (Kharisma)

Dari informasi yang dihimpun MentayaNet.com, dirinya mengharapkan untuk kemajuan Museum Kayu Sampit yang harus tetap diutamakan. Melalui program pengembangan dan up to date menjadi salah satu jalan, menggalakkan media sosial yang telah lama vakum. Penambahan website khusus informasi Museum Kayu Sampit harus segera dibentuk untuk program prioritas.

“Saya ingin museum kayu mempunyai website tersendiri. Semoga kedepannya bisa lebih berkembang dengan baik melalui platform tersebut,” tukasnya.

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca