Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mencecar jajaran Ditjen Pemasyarakatan dalam RDP terkait temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Senin (29/9/2026).
Rieke mengkritik praktik diskriminatif di dalam Lapas dan meminta agar audit tidak hanya menyalahkan pejabat baru.
“Sedang berlangsung tetapi juga saya berpesan jangan mereka yang baru-baru di sana. Ini Kakanwil juga baru Pak,” ujar Rieke.
Rieke meminta Ditjen PAS membuka data warga binaan secara transparan. Ia menyoroti paparan yang hanya menyebut nama Ferdy Sambo.
“Kenapa hanya menyebut Sambo? Bagaimana dengan Harvey Moeis? Bagaimana dengan Indra Kenz?” tanya Rieke.
Ia juga mempertanyakan pemberian Pembebasan Bersyarat (PB) kepada Indra Kenz dan apakah hak-hak korban investasi bodong sudah dipulihkan.
Poin paling tajam, Rieke mendesak audit total sejak 2021-2026. Fakta di RDP terungkap, dari 16 unit bangunan mewah yang disidak Ombudsman, hanya 3 yang tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN).
“Dari 16 rumah dinas, hanya 3 yang tercatat BMN. Ini harus diaudit. Dari mana uangnya? Ini aset siapa?” cecar Rieke.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















