banner 130x650

Bupati Kotim Mengapresiasi Sekolah Khusus Lentera Nurani Pertama di Kotim

Bupati

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Halikinnor bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengapresiasi berdirinya Sekolah Khusus Lentera Nurani sebagai Sekolah Luar Biasa (SLB) jenjang Paud pertama di Kalimantan Tengah.

Dalam sambutan Bupati Kotim yang diwakilkan oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati mengatakan bahwa Sekolah Khusus Lentera
Nurani yang secara resmi diluncurkan oleh Bupati Kotim Halikinnor dan Kepala Bidang Pembinaan Anak Berkebutuhan Khusus Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Roslita.

“Khusus pendidikan inklusi biasanya digabung antara anak berkebutuhan khusus dengan anak normal. Seperti disampaikan wali murid bahwa sekolah khusus ini menghindari adanya diskriminasi dari anak lainnya dan anak-anak ini perlu perhatian khusus,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, 21 Januari 2024.

BACA JUGA :  Halikinnor : Jalan Kawasan Pendidikan Dilarang Jadi Sarang Balapan Liar !

Bupati

Untuk saat ini Sekolah Khusus Lentera Nurani masih menumpang di TK Cita Bunda Sampit. Sekolah tersebut memiliki 1 ruang kelas dengan 17 anak berkebutuhan khusus didalamnya. Kondisi tersebut membuat Sekolah Khusus Lentera Nurani terbatas dalam fasilitas dan tenaga pendidik. Sehingga terpaksa menolak belasan anak.

“Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk membangun Sekolah Khusus Lentera Nurani di tempat tersendiri. Tinggal dibantu pihak provinsi untuk pembangunan melalui dana DAK,” ucapnya.

Dirinya mengatakan, pendidikan pada awal pertumbuhan anak sangat penting. Karena anak dapat berkembang pest dari segi fisik, mental dan spiritual saat usia Paud. Terutama bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus, karena jika terlambat penanganannya maka akan sulit.

BACA JUGA :  Bupati Kotim Melepas Penumpang Mudik Dalam Program Mudik Gratis

Melihat hal tersebut, dirinya mengajak kepada seluruh insan pendidikan yang ada di Kotim untuk dapat mewujudkan pendidikan inklusif, adil dan juga merata bagi seluruh anak-anak yang berkebutuhan khusus dan mengalami diskriminasi karena kondisi yang dimilikinya tersebut.

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca