banner 130x650

Universitas Muhammadiyah Sampit Lakukan Program Revitalisasi Budaya Bersama Sanggar Mentaya Estetika

Universitas Muhammadiyah Sampit
Foto : Praktik langsung anggota komunitas didampingi langsung oleh tim PKM-PM Revitalisasi Budaya

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit telah melaksanakan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), tim Revitalisasi Budaya, sebagai pendampingan perlindungan kekayaan intelektual untuk komunitas Sanggar Mentaya Estetika.

Sebanyak 5 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit terdiri dari Ainun Jaria, Muhammad Imam Tantri Tantular, Yuliana Pernanda, Rusydan Zahir Ajala dan Maulia Inayati turut didampingi dosen Dr. Gita Anggraini, M.Pd.I.

Pemilihan pendampingan berada di Tanah Mas didasari oleh potensi yang dimiliki komunitas untuk melestarikan budaya dan kesenian lokal berbasis komunitas. Hingga saat ini menjadi salah satu komunitas sanggar seni terbesar yang ada di kota Sampit, Kalimantan Tengah.

Universitas Muhammadiyah Sampit
Foto : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit lakukan pendampingan (Ist)

Dr. Gita Anggraini, M.Pd.I selaku dosen Universitas Muhammadiyah Sampit mengatakan kegiatan ini memakan yang cukup lama dan dilaksanakan selama 5 bulan terhitung sejak bulan juni hingga november 2023.

“Sayangnya banyak karya komunitas belum dilindungi dan rawan untuk diklaim pihak lain,” ucap Gita Anggraini sebagai salah satu pemerhati kebudayaan daerah Sampit.

Universitas Muhammadiyah Sampit
Foto : Praktik langsung anggota komunitas didampingi langsung oleh tim PKM-PM Revitalisasi Budaya

Dari hasil penelusuran tim pelaksana PKM-PM, lokasi komunitas ini juga sempat digadang-gadang menjadi kampung budaya pertama di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan PKM-PM yang diikuti oleh pengurus dan anggota komunitas bertujuan membekali ilmu pengetahuan dan keterampilan bagi Komunitas Sanggar Mentaya Estetika untuk melindungi hasil karya.

BACA JUGA :  Gelapkan 18 Miliar Rupiah, Pengusaha di Sampit Ini Ditangkap Polisi

Diketahui, selain menjaga aset-aset budaya lokal Kabupaten Kotawaringin Timur yang ada di Komunitas Sanggar Mentaya Estetika, serta mambantu program pemerintah daerah guna merevitalisasi budaya daerah berbasis komunitas.

Universitas Muhammadiyah Sampit
Foto : Anggota komunitas didampingi langsung oleh tim PKM-PM Revitalisasi Budaya guna lakukan praktik kepada tim

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat sebagai salah satu bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi. Ada dua sisi pembelajaran di sini, yaitu dari sisi mahasiswa dan mitra. Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat belajar tentang teamwork, perencanaan sampai dengan evaluasi sebuah program, serta belajar berkomunikasi, sedangkan dari sisi masyarakat mitra, mereka mendapatkan ilmu tentang perlindungan kekayaan intelektual yang mereka miliki,” terangnya.

Selama kegiatan pendampingan, para peserta mendapatkan wawasan mengenai seluk beluk kekayaan intelektual, simulasi pendaftaran pencatatan HaKI, inventarisasi karya, pembuatan database, kategorisasi karya, publikasi dalam konferensi hingga praktik pendaftaran pencatatan HaKI secara online di akun resmi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

Disisi itu, Ketua Bidang Seni Sanggar Mentaya Estetika, Mariya Ulfah menjelaskan kegiatan ini senantiasa dilaksanakan melalui pendampingan langsung dari tim pelaksana PKM. Beruntungnya selama kegiatan yang berlangsung selalu mendapat dukungan dan harapan dari Ketua Bidang Seni Sanggar Mentaya Estetika.

BACA JUGA :  Lapas Sampit Kanwil Kemenkumham Kalteng Bersinersgi Bersama Dinkes Kotim

“Adanya kegiatan ini saya khususnya dan anggota sanggar umumnya merasa bermanfaat sekali baik untuk karya-karya almarhum pendiri sanggar, Aspur Azhar dan juga karya-karya anggota yang mungkin tidak diketahui,” ucap Mariya Ulfah.

Universitas Muhammadiyah Sampit
Foto : Praktik PKM dari Universitas Muhammadiyah Sampit dalam Merevitalisasi Budaya

Sejalan dengan itu, tim PKM-PM Revitalisasi Budaya berupaya memberi dorongan agar seluruh anggota komunitas dapat terus berkarya menciptakan hasil cipta yang mempresentasikan budaya lokal daerah Sampit.

“Semoga pemahaman ini (perlindungan kekayaan intelektual) tertanam di dalam diri mereka (anggota sanggar) sejak adanya kegiatan PKM mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit,” tambahnya.

Selain itu, Ketua Tim Revitalisasi Budaya, Ainun Jaria mengatakan bahwa anggota komunitas begitu antusias selama mengikuti kegiatan dengan rangkaiannya yang panjang.

“Setiap ada pengumuman kegiatan, mereka menanggapi dengan respon positif bahkan sangat aktif ketika pendampingan perlindungan kekayaan intelektual dilaksanakan, bahkan sering kali selama kegiatan berlangsung anggota komunitas saling melempar celetukan yang membuat suasana mencair,” ungkapnya.

Universitas Muhammadiyah Sampit
Foto : Praktik langsung anggota komunitas didampingi langsung oleh tim PKM-PM Revitalisasi Budaya dari UMSA

Kegiatan yang dilakukan setiap hari Jumat pukul 14.30 WIB. Dimana luaran kegiatan Tim PKM-PM Revitalisasi Budaya ini ialah laporan kemajuan, laporan akhir, buku pedoman mitra, akun media sosial dan artikel pengabdian masyarakat.

“Kami bersyukur kegiatan PKM-PM yang kami laksanakan mendapat perhatian penuh oleh komunitas Sanggar Mentaya Estetika dan pemerintah setempat bahkan program yang kami agendakan setiap minggu berjalan dengan lancar,” demikian Ainun.

BACA JUGA :  TPP PNS Kotim 4 Bulan Belum Dibayar, Kapan Mau Dibayar ?

Kendati demikian, Ainun mengajak kepada seluruh masyarakat kota Sampit guna mengetahui informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini, kunjungi akun Instagram PKM-PM @revitalisasi.budaya

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca